Kematian Corona Anak Indonesia Capai 18%, Separuhnya Ada di DKI


Penyebaran virus corona di Indonesia belum terkendali. Pada Kamis (27/8), tercatat ada tambahan 2.719 kasus baru. Secara kumulatif, kasus corona di Indonesia kini berjumlah 162.884. Organisasi kesehatan dunia, WHO pun kembali mengingatkan soal rencana pembukaan sekolah di beberapa daerah di Tanah Air.

WHO mengunggah laporan pekanan 17-23 Agustus terkait pandemi corona di Indonesia pada 26 Agustus 2020. Salah satu hal yang utama dibahas adalah kematian dan infeksi corona pada anak. “Kematian akibat Covid-19 di Indonesia lebih tinggi dibandingkan di negara lain. Termasuk pada anak,” tulis WHO seperti dikutip, Kamis (27/8). Data tersebut didapat dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Kematian anak yang terinfeksi corona di Indonesia bahkan mencapai 18 persen.

“Menurut IDAI, 59 kematian dikonfirmasi dari 318 kasus COVID-19 pada anak-anak per 10 Agustus,” kata WHO. Data rincinya sebagai berikut: 42 persen dari 59 kematian terjadi pada anak di bawah usia satu tahun. Lalu anak-anak berusia 1-5 tahun sebanyak 24%. “10-18 tahun sebanyak 20% dan 6-9 tahun di angka 14%,” ungkap mereka.

Dalam pandangan WHO, salah satu yang mempengaruhi kematian corona pada anak di Indonesia tinggi karena persoalan malnutrisi. Selain itu, banyak orang tua yang tak mengerti bahwa anaknya terjangkit corona karena gejala yang ditimbulkan terlalu umum. “Gejala COVID-19 mungkin mirip dengan penyakit lain itu sering terjadi pada anak-anak, seperti diare dan pneumonia,” tulisnya.

Oleh karena itulah seringkali terjadi keterlambatan penanganan terhadap anak yang terkena corona. Hal ini harus diantisipasi oleh pemerintah dan pemerintah daerah.

“Ada juga kekhawatiran tentang penularan di antara keluarga anak yang sekolah. Sebab, 40% orang berusia 60 tahun ke atas di Indonesia hidup dalam tiga generasi rumah tangga. Artinya mereka tinggal bersama anak dan cucu mereka,” kata WHO.

Seperti diketahui keputusan untuk membuka kembali sekolah diserahkan kepada pemerintah daerah dengan persetujuan sekolah dan pihak orang tua. WHO dan IDAI telah menyarankan bahwa keputusan tersebut harus didasarkan pada data-data yang dijelaskan di atas. Sumber: lenteratoday.com

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, orang tua yang memiliki anak harus dapat menaati protokol kesehatan. Sebab, 9,2% dari total kasus Cobid-19 di DKI merupakan anak usia di bawah 19 tahun.

Berdasarkan data Senin (7/9), ada sebanyak 4.397 atau 9,2% kasus positif menyerang anak usia 0-19 tahun, dari jumlah kasus konfirmasi total di Jakarta sebanyak 47.796 orang.

“9,2% dari total kasus COVID-19 di DKI Jakarta adalah anak usia di bawah 19 tahun,” ucap Riza Patria melalui media sosial Instagramnya, Selasa (8/9). Sumber: Alinea.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *