Mendidik dengan Cerita Anak

children_cartoon

Tidak banyak orang tua yang tahu bahwa cerita anak adalah salah satu media untuk mendidik anak yang paling efektif, terutama bagi anak yang dianugrahi otak cerdas. Semenjak dahulu kala, cerita anak digunakan oleh nenek moyang sebagai media untuk menyampaikan pesan moral atau pesan kebajikan. Itulah sebabnya masyarakat mengenal cerita rakyat, yang diceritakan dari mulut ke mulut oleh orang-orang tua pada anak kecil. Di masa modern pun, cerita sejenis itu, yang kemudian dinamai cerita anak, banyak ditulis dalam bentuk buku atau komik oleh pendongeng atau penulis cerita anak. Namun, tidak semua cerita anak dapat dijadikan media untuk mendidik anak. Berikut ini adalah beberapa kriteria cerita anak yang baik, sebagai panduan bagi para orang tua agar mereka dapat memilih dan memilah mana cerita anak yang baik, dan mana yang tidak. Pertama, cerita anak yang dapat mendidik adalah cerita yang alur ceritanya sederhana dan tidak berbelit-belit. Hal ini dimaksudkan agar anak kecil terlatih untuk berpikir sederhana dan tidak berprasangka yang macam-macam; mengingat usia mereka terlalu dini untuk berprasangka. Kedua, cerita anak yang mendidik haruslah diluar konteks percintaan antar orang dewasa, laki-laki dan perempuan. Faktanya adalah, banyak cerita yang diklaim sebagai cerita anak, tapi menghadirkan kisah asmara antara anak laki-laki dan perempuan. Orang tua dan pendidik yang baik harus menghindari membeli cerita-cerita semacam ini. Ketiga, cerita anak harus mengandung nilai-nilai moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai nilai moral atau kebajikan, seperti kejujuran, kerja sama (dalam konteks yang baik), ketulusan, dan lain-lain adalah syarat utama dari sebuah cerita anak. Apabila seorang orang tua memberi bacaan cerita anak yang memenuhi kriteria seperti di atas, dia dapat dikatakan telah merawat anak dengan baik. Pada dasarnya, memberikan mereka bacaan anak yang baik dan tepat, dengan pesan moral yang juga baik adalah salah satu usaha untuk menyayangi anak. Maka dari itu, para orang tua yang menyebut dirinya orang tua yang baik, harus memberikan bacaan seperti tersebut pada anak mereka.

You can leave a response, or trackback from your own site.

5 Responses to “Mendidik dengan Cerita Anak”

  1. [...] Untuk mereka yang berusia diatas dua tahun, lebih disarankan untuk menikmati program televisi yang bertemakan pendidikan. Sebab untuk konten hiburan seperti kartun misalnya, belum tentu memberikan tontonan yang aman bagi mereka, walaupun cerita yang dihadirkan mengandung nilai-nilai yang mendidik. [...]

  2. [...] memilih permainan anak, anda harus berusaha untuk memilih permainan mendidik agar mereka bisa mengoptimalkan kemampuan intelektualitas mereka. Selain itu, dengan memilih [...]

  3. [...] dengan menceritakan sebuah dongeng anak, atau harapan-harapan orang tua setelah sang buah hati kelak dewasa. Cara berkomunikasi seperti ini [...]

  4. [...] penemuan yang jadi terobosan baru dalam dunia pendidikan bayi menjadi trend menarik yang terus diperbincangkan dan banyak pasangan suami istri mulai menerapkan [...]

  5. 365 kisah untuk anak says:

    Benar sekali, cerita yang penuh hikmah akan dengan mudah diserap anak-anak. Apalagi jika dibacakan sebagai dongeng sebelum tidur. Seperti anak-anak saya, selalu minta di bacakan cerita sebelum tidur. Dan mereka selalu ingat dengan cerita-cerita yang sudah diceritakan di hari-hari sebelumnya :)
    Salam kenal…

Leave a Reply